qoidah pertama.
apabila ada wawu tau ya' hidup, dalam satu kalimah yang jatuh sesudah harokat fathah, maka wawu tau ya' tersebut harus diganti dgan alif.
qoidah kedua
apabila ada wawu tau ya', jatuh pada ngain fi'il, (binak ajwaf) hidup, dan huruf sebelunya wawu tau ya', tadi mati dan soheh maka, harokatnya wawu tau ya' dipindah pada huruf sebelumnya.
qoidh ketiga
apabila ada wawu tau ya' jatuh sesudahnya alif tambahan itu harus diganti dengan hamzah. ketika terletak pada isim fangil, harus jatuh pada ngain fi'il. ketika terletak pada masdar, harus jatuh pada akhiran.
qoidah keempat
apabila ada wawu tau ya' kumpul dalam satu kalimah, dan salah satunya, wawu atau ya' tadi, yang awal mati maka, wawunya harus diganti dengan ya'. terus, ya' yang awal diidhomkan pada ya' yang kedua.
qoidah kelima
apabila ada wawu atau yak jatuh pada akhiran dan berharokat dhomah, itu harus dimatikan
qoidah keenam
apabila ada wawu jatuh pada empat dan seterusnya dan menempat pada akhiran( lam fi'il ) dan huruf yang sebelumnya wwu tadi tidak berharokat dhomah. maka wawu tersebut haru diganti dengan ya'.
qoidah ketujuh
apabila ada wawu jatuh diantara fatkah dan kasro, yang nyata, dan sebelumnya wawu tadi ada huruf mudoro'ah, yaitu: ya', hamzah, nun, tak, maka wawu tersebut harus dibuang.
qoidah kedelpan
apabila ada wawu jatuh sebelum ksroh, ada diisim tau fi'il itu, harus diganti ya'.
qoidah kesembilan
apabila ada wawu atau ya' bertemu huruf mati, itu harus dibuang.
qoidah kesepuluh
apabila ada huruf dua yang sama, atau mendekati didalam mahrojnya yang berkumpul dalam satu kalimah, begitujuga huruf 2 tadi yang awal mati atau hidup maka huruf yang awal tadi harus di idhomkan pada huruf yang kedua. jika huruf 2 tadi, mutaqoriben, maka, huruf yang awal harus dijadikan seperti huruf yang kedua. karena, jika tidak begitu dibilang2 berat.
cukup sekian dari saya.
by: thova vs ahmad
Jumat, 20 Desember 2013
ngawamil
Ngawamil ialah: suatu yang bekerja untuk merubah suatu kalimat
jumlah ngawamil itu ada 100. dibagi jadi 2 yaitu:
-ngawamil lafdiah dan ngawamil maknawiah
ngamil lafdiah ialah:beberapa ngamil yang bisa dibaca, bisa dilihat oleh mata dan bisa ditulis.
ngamil maknawiah ialah: beberpa ngamil yang nggak bisa dibaca, dilihat oleh mata, dan tidak bisa ditulis.
ngawamil lafdiah dibagi jadi2 yaitu:
-ngawamil lafdiah sama'iyah dan ngawamil lafdiah qiasiah
ngawamil lafdiah sama'iyah ialah? ngawamil lafdiah yang berasal dari pendengaran kalam arab, yang tidk bisa disama-samakan.
ngawamil lafdiah qiasiah ialah? ngawamil lafdiah yang bisa disama-samakan.
ngawamil lafdiah sama'iyah ada:91
ngawamil lafdiah qiasiah ad: 7
ngawamil ma'nawiah ada 2
jadi: 91+7+2=100
ngawamil lafdiah sama'iyah yang jumlahnya ada 91, dibagi lagi jadi 13, dan diringkas jadi 3 yaiti:
isim, fi'il, dan huruf.
isim ialah: kalimah yang menunjukkan arti sendiri yang tidak disertai dgan zaman.
fi'il ialah kalimah yang menunjukkan arti sendiri, yang disertai dgan zaman.
huruf ialah: kalimah yang tidak bisa menunjukkan arti sendiri jikalau tidak disertai dgan kalimah lain.
PEMBAHASAN TENTANG HURUF DAN ISIM
1. huruf jer
huruf jer jumlahnya ada 19,
Berfaidah: mengejerkan kalimh isim
2. huruf nawaseh ibtidak
jumlahnya ada 6.
berfaidah: menasopkan isim yang asalnya mubtadak, dan merofa'kan khobar yang asalnya khobar mubtadak.
3.huruf nafi
jumlahnya ada 2
berfaidah merofa'kan isim yang asalnya mubtadak, dan menasopkan khobar yang asalnya khobar mubtadak.
syarat-syarat hurf nafi
1. tidak kemasukan in zaidah.
2. tetapnya nafi (ma) tidak merusak nafinya sebab kemasukan illal istisnaiyah
3. harus tertib (khobarnya tidak mendahului dan mengakhirkan ma)
adapun lata bisa beramal harus pda lafad khina, dan wajib membuang salah satunya dari ma'mul 2, yang bagusnya yaitu ma'mul rofa'.
4. huruf nasob
jumlahnya ada 7
berfaidah: menasopkan kalimah isim
5. huruf nasob
jumlahnya ada: 5
berfaidah: menasopkan fi'il muderek
6. huruf jazem
jumlahnya ada 5
berfaidah : menjazemkan fi'il muderek
7. berupa isim.
jumlahnya ada 9
berfaidah: menjazemkan fi'il muderek 2
8. berupa isim
jumlahnya ada 4
berfaidah menasopkan isim nakiroh, dijadikan tamyiz.
syarat tamyiz: harus jatuh sesudah kalam yang sempurna, dan ada ngamilnya.
cukup sekian dari saya , apabila ada kekeliruan saya dkk mhn mf yag sebesar-besarnya.
Langganan:
Komentar (Atom)